Perempuan Hebat Ku
“PEREMPUAN KU “
Ketika dirimu dirundung luka, kau coba untuk menutupi
Keringat dingin membasahi wajahmu dalam pasi
Aku pandangi mata mu yang indah
Bibir mu bergetar dan wajah mu bergemuruh
Sinar dimata mu perlahan – lahan telah redup
Wajah yan dulu ayu, kini telah pudar dibakar mentari
Langkah kaki dan ayunan tangan yang masi tegar
Kini perlahan mulai melemah ditelan waktu
Tubuh yang dulu kekar, kini hilang dari pandangan
Serisau hati ketika difikir
Ingatan berulang tak berpenghujung
Tiada kesejukan dari rasa kegundahan
Inginku hanya ikrar setia pada ketegaran
Naluri jiwa berolomba menyanjung
Untuk perempuan berjiwa sutra, berlapis baja
Rentetah amarah merapuhkan benteng pertahanan
Kau tepiskan demi bertahan
Hujatan demi hujatan yang mengoyak hati
Untaian caci demi caci merajam hati
Sakitpun telah menjadi bagian dari senyumanmu
Mengais semangat diantara keluhan
Mencoba bangkit dari sakit dan luka
Memberi warna disetiap tetesan air mata
Samata, 31 Desember 2018
Narsiyati Ali AB
Komentar
Posting Komentar